Honda Eastline Journey: Sajak Batu Gunung Batur

Foto: HS

OTOFEEDS.id – Kintamani, Bali. Pagi itu, embun masih menggantung di pucuk pepohonan. Hawa pegunungan menyapa dengan dingin yang lembut. Tujuan kami: melintasi Kaldera Gunung Batur di Kintamani, tempat di mana alam berpadu dengan sejarah vulkanik Pulau Bali.

Honda Eastline Journey, perjalanan eksplorasi yang digelar bersama Honda Surabaya Center, Main Dealer Mobil Honda wilayah Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara, kembali mengukir kisahnya. Seperti biasa, setiap tapak roda bukan sekadar lintasan, melainkan perjumpaan antara teknologi, tenaga, dan rasa ingin tahu.

Seperti ekspedisi sebelumnya, New Honda HR-V e:HEV, SUV hybrid canggih yang menghadirkan keseimbangan antara performa bertenaga dan ketenangan berkendara, masih setia menjadi sahabat perjalanan kami.

Dua Dunia dalam Satu Mesin

Menuju Kintamani bukan perkara ringan. Jalan menanjak, tikungan tajam, dan jalur sempit menuntut kesiapan penuh, baik dari pengemudi maupun kendaraan. New Honda HR-V e:HEV menjawab semua tantangan itu dengan percaya diri.

SUV ini disokong dua sumber tenaga: motor listrik bertenaga 131 PS dengan torsi 253 Nm, serta mesin bensin 1.5L DOHC i-VTEC Atkinson-cycle yang menghasilkan 106 PS dan 127 Nm.

Motor listrik memberi hentakan instan tanpa jeda, sementara mesin bensin mengambil alih di kecepatan konstan, menghadirkan perjalanan mulus dari tanjakan hingga dataran.

Kombinasi ini bukan hanya melahirkan performa optimal di jalur pegunungan, tapi juga menghadirkan pengalaman fun to drive,  DNA sejati setiap mobil Honda.

Baca Juga: Menjejak Kediri, Menyapa Kabut Kelud
Akselerasi responsif, tenaga halus, dan kestabilan tinggi menjadikan perjalanan ini bukan sekadar uji medan, melainkan harmoni antara mesin dan alam.

Tenang di Tanjakan, Aman di Turunan

Saat jalur menanjak berakhir dan turunan ekstrem menanti, Hill Descent Control (HDC) mengambil peran penting. Fitur ini menjaga laju tetap stabil di sekitar 17 km/jam, tanpa perlu injakan pedal rem berlebihan.

Di tengah turunan berbatu Gunung Batur, HDC memberi kendali penuh dan rasa aman yang konstan. Cukup tekan tombol di konsol tengah, mobil pun mengatur sistem pengereman otomatis di setiap roda.

Tidak ada hentakan, tidak ada panik. Hanya kontrol yang presisi dan tenang, memberi ruang bagi kami menikmati panorama kaldera megah tanpa kehilangan kendali.

Mencengkeram Tanah Vulkanik

Medan bebatuan Gunung Batur bukan main-main. Permukaannya tak rata, licin di beberapa titik, tersusun dari batuan beku hasil pendinginan lava yang tajam.

Untuk menghadapi situasi ini, Traction Control System (TCS) menjadi garda depan. Secara default fitur ini aktif, menjaga putaran roda agar tak selip di permukaan lepas.

Namun, di medan yang menuntut daya jelajah lebih natural, kami memilih menonaktifkan Vehicle Stability Assist (VSA). Hasilnya, roda depan dan belakang dapat berputar lebih bebas, membantu mobil beradaptasi dengan kontur batuan yang tak beraturan. Di sinilah keseimbangan antara kendali elektronik dan intuisi manusia benar-benar diuji.

Nyaman di Tanah Vulkanik

Gunung Batur menantang kami dengan permukaan keras yang tak bersahabat, hamparan batuan basalt dan andesit hasil letusan jutaan tahun lalu.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *