Program MBG Dongkrak Permintaan Suzuki Carry Pick Up
Di wilayah Jawa Timur sendiri, peningkatan penjualan terlihat cukup signifikan. Sebelum adanya program MBG, penjualan kendaraan niaga oleh UMC berkisar antara 100 hingga 150 unit per bulan. Namun setelah program berjalan, angka tersebut sempat melonjak hingga mencapai sekitar 240 unit per bulan.
“Sebelum MBG rata-rata sekitar 100 sampai 150 unit. Setelah program ini berjalan sempat tembus sekitar 240 unit per bulan,” jelas Wiyarso.
Ia menambahkan, angka tersebut hanya berasal dari penjualan UMC dan belum termasuk kontribusi dari jaringan dealer Suzuki lainnya. Dari sisi ketersediaan unit, kondisi saat ini relatif stabil. Konsumen yang memesan kendaraan pun tidak perlu menunggu terlalu lama karena waktu pengiriman rata-rata berkisar antara satu hingga dua minggu.
“Stok masih cukup aman. Waktu tunggu sekitar satu sampai dua minggu sudah bisa dikirim,” katanya.
Sementara itu, pola pembelian kendaraan untuk kebutuhan MBG juga cukup beragam. Sekitar 50 persen konsumen melakukan pembelian secara tunai, sedangkan sisanya melalui skema kredit.
Menariknya, dalam beberapa kasus satu pembeli dapat memesan lebih dari satu unit kendaraan sekaligus. Hal ini karena satu dapur operasional biasanya membutuhkan minimal dua unit kendaraan untuk mendukung distribusi logistik.
“Setiap dapur umumnya membutuhkan minimal dua unit armada. Bahkan ada yang memesan delapan sampai sepuluh unit karena mengelola beberapa titik dapur sekaligus,” tambahnya.
Wiyarso juga menegaskan bahwa dalam program MBG tidak ada kewajiban menggunakan merek kendaraan tertentu. Pengelola dapur bebas memilih kendaraan yang dianggap paling sesuai dengan kebutuhan operasional mereka.

