BYD Perkuat Ekosistem EV di Jawa Timur
Bukan hanya produk, BYD juga terus memperluas akses layanan bagi konsumen. Hingga kini, lebih dari 5.000 keluarga di Jawa Timur telah memilih BYD sejak 2024.
Bersamaan dengan GIIAS Surabaya 2026, BYD meresmikan dua dealer baru, yakni DENZA Darmo dan BYD Mojokerto. Sebelumnya, ekspansi jaringan juga diperkuat melalui BYD Haka Gresik, BYD Haka Madiun, dan BYD Haka Banyuwangi.
Dengan tambahan tersebut, jaringan BYD Group di Jawa Timur kini mencapai 9 lokasi dan ditargetkan berkembang menjadi 19 lokasi.
“Bagi kami, perjalanan BYD di Indonesia bukan hanya tentang berapa banyak kendaraan yang telah hadir di jalan, tetapi tentang kepercayaan yang diberikan pelanggan dan bagaimana BYD bisa menjadi bagian dari keseharian mereka. Dua tahun perjalanan BYD M6 dan satu tahun BYD ATTO 1 menjadi momen yang sangat berarti, karena di balik setiap perjalanan ada keluarga yang telah memilih dan mempercayai BYD. Di Jawa Timur sendiri, kini telah ada lebih dari 5.000 pengguna BYD, dengan 9 lokasi BYD Group yang hadir di berbagai kota penyangga untuk semakin dekat dengan pelanggan. Kepercayaan inilah yang menjadi semangat kami untuk terus memperluas jaringan, dan membawa pengalaman BYD lebih dekat kepada semakin banyak masyarakat Jawa Timur,” ujar Luther Panjaitan, Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia.
M6 EV Terbaru Diproduksi Lokal
Selain M6 DM, BYD juga memperkenalkan generasi terbaru M6 EV Standard yang diproduksi di Indonesia.
Model ini menggunakan baterai 58 kWh dengan jarak tempuh hingga 450 km, tenaga maksimal 150 kW dan torsi 310 Nm. Akselerasi 0–100 km/jam diklaim dapat dicapai dalam 7,9 detik.
Untuk pasar Surabaya, M6 EV Standard ditawarkan dengan harga Rp403 juta OTR Surabaya.
Sementara itu, sepanjang Januari–Juli 2026, BYD dan DENZA mencatat penjualan nasional sebanyak 32.800 unit, dengan klaim pangsa pasar lebih dari 35 persen kendaraan listrik nasional.
Melalui GIIAS Surabaya 2026, BYD menunjukkan bahwa strategi elektrifikasinya tidak hanya bertumpu pada penambahan model, tetapi juga pengembangan teknologi EV dan DM, produksi lokal, serta perluasan jaringan layanan untuk mendukung pertumbuhan kendaraan energi baru di Indonesia. (Bimo Seno)

