Kasus Wuling Surabaya Berujung Penyerahan Darion
Sebelum penyelesaian akhir, Nancy sebenarnya sempat mengambil opsi kompromi dengan beralih ke model Wuling Eksion yang memiliki harga lebih rendah. Dalam kesepakatan tersebut, Nancy telah menerima pengembalian selisih dana sebesar Rp55 juta pada 22 Juni 2026.
Namun, persoalan kembali muncul karena unit Eksion yang dijanjikan juga tak kunjung datang. Nancy kemudian melayangkan somasi resmi hingga akhirnya pada 5 September 2026 persoalan tersebut mendapatkan penyelesaian.
Setelah bertemu langsung dengan manajemen Wuling Motors, Nancy memilih untuk menerima unit Wuling Darion sebagai bentuk penyelesaian. Wuling Motors juga menyampaikan permohonan maaf resmi atas kerugian dan ketidaknyamanan yang dialami konsumen.
Sebagai langkah korektif, Wuling menyatakan akan memperketat pengawasan terhadap standar operasional prosedur (SOP) dealer, melakukan pembinaan terhadap wiraniaga, serta mengoptimalkan layanan Customer Care 24 jam melalui nomor 0800-100-5050.
Namun, selesainya persoalan Nancy ternyata belum menutup seluruh rangkaian kasus.
Puluhan Konsumen Lain Mulai Berani Bersuara
Setelah kasus Nancy viral di media sosial, sejumlah konsumen lain mulai bermunculan dan mengaku mengalami modus dugaan penipuan serupa. Puluhan korban baru dilaporkan mulai menyampaikan pengaduan ke Rumah Aspirasi Armuji. Modus yang mereka laporkan juga diduga berkaitan dengan oknum sales yang sama.
Kemunculan korban-korban baru tersebut membuat persoalan ini berkembang menjadi perkara yang lebih luas dan tidak lagi hanya menyangkut satu konsumen. Pihak berwenang kini tengah mempersiapkan langkah hukum lebih lanjut untuk mengusut perkara tersebut secara menyeluruh.
Bagi Wuling, penyelesaian kasus Nancy menjadi langkah awal untuk memulihkan kepercayaan konsumen. Namun, munculnya dugaan korban lain membuat proses evaluasi terhadap sistem pengawasan dealer menjadi semakin penting.
Kasus ini sekaligus menjadi pengingat bahwa transaksi kendaraan, meski dilakukan di jaringan dealer resmi, tetap membutuhkan pengawasan dan verifikasi yang ketat pada setiap tahapan pembayaran hingga serah terima unit. (Bimo Seno)

