Dua BYD Seal Terbakar, Seberapa Aman Mobil Listrik?

BYD Seal yang terbakar berhasil dipadamkan petugas Kebakaran di Gerbang Tol Cikamperk Utama 1, 31 Juli 2026 lalu. Foto: Ist

OTOFEEDS.id – Dua insiden kebakaran BYD Seal di Indonesia dalam rentang sekitar 15 bulan kembali memunculkan pertanyaan mengenai keamanan kendaraan listrik. Apalagi, kedua kejadian tersebut sama-sama menimbulkan perhatian karena berkaitan dengan sistem kelistrikan dan baterai.

Namun, apakah dua kasus tersebut cukup untuk menyimpulkan bahwa mobil listrik tidak aman?Jawabannya belum tentu.

Kasus terbaru terjadi di Tol Jakarta-Cikampek pada 31 Juli 2026. Sementara sebelumnya, satu unit BYD Seal terbakar di garasi rumah warga di kawasan Palmerah, Jakarta Barat, pada 14 Mei 2025. Keduanya memiliki konteks kejadian yang berbeda.

Dua Kasus, Dua Situasi Berbeda

Pada kasus Tol Cikampek, BYD Seal sedang digunakan dari arah Jakarta menuju Cikampek. Sesaat setelah melewati GT Cikatama A, pengemudi mendengar suara dentuman dan melihat asap dari bagian bawah kendaraan.

Pengemudi kemudian berhasil menghentikan kendaraan dan keluar sebelum api membesar. Sementara dalam kasus Palmerah, kendaraan dalam kondisi terparkir dan disebut tidak aktif selama tiga hari sebelum terbakar.

Kasi Operasional Damkar Jakarta Barat, Syarifudin, saat itu menyebut sebelum api berkobar terdengar asap dan ledakan kecil yang diduga berkaitan dengan “fenomena listrik pada baterai mobil listrik” atau korsleting.

Perbedaan kondisi tersebut menunjukkan bahwa kedua kasus tidak bisa begitu saja dianggap memiliki penyebab yang sama. Dan sampai saat ini, penyebab pasti kebakaran BYD Seal di Tol Cikampek sendiri juga masih dalam proses investigasi.

Baca Juga:BYD Seal Terbakar di Tol Cikampek, Penyebab Belum Terungkap

Bagaimana dengan Blade Battery?

BYD Seal menggunakan Blade Battery berbasis Lithium Ferro Phosphate (LFP), teknologi yang selama ini menjadi salah satu bagian penting dari strategi BYD dalam membangun kendaraan listrik. Blade Battery dipromosikan dengan berbagai klaim ketahanan terhadap kondisi ekstrem, termasuk tusukan paku, pembakaran ekstrem, hingga tekanan fisik. Namun, teknologi baterai tetap merupakan bagian dari sebuah sistem kendaraan yang kompleks.

Keamanan kendaraan listrik tidak hanya ditentukan oleh jenis sel baterai, tetapi juga melibatkan Battery Management System (BMS), sistem pendinginan, sensor, proteksi kelistrikan, instalasi pengisian, hingga bagaimana kendaraan digunakan.

Karena itu, sebuah kendaraan listrik yang mengalami kebakaran tidak otomatis berarti sel baterainya mengalami kegagalan internal.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *