Dua BYD Seal Terbakar, Seberapa Aman Mobil Listrik?

Pakar: Jangan Berlebihan Menyikapi Kebakaran EV

Founder EVSafe Indonesia, Abdul Rahman Elly, mengatakan masyarakat tidak perlu langsung menarik kesimpulan bahwa kendaraan listrik memiliki risiko kebakaran yang lebih tinggi. Menurutnya, hingga saat ini belum ditemukan kasus kebakaran kendaraan listrik di Indonesia yang murni disebabkan oleh kerusakan internal sel baterai.

Ia menyebut jumlah kasus kebakaran EV di Indonesia masih relatif rendah, yakni di bawah 25 kasus dari populasi kendaraan listrik yang telah mencapai ribuan unit.

“Kebakaran sebagian besar dipicu oleh faktor luar, seperti instalasi pengisian daya (charger) yang tidak standar atau kelalaian pemakaian dari pengguna,” jelas Abdul Rahman.

Ia juga mengingatkan bahwa kendaraan listrik resmi yang dipasarkan di Indonesia telah dilengkapi sistem proteksi berlapis untuk meminimalkan potensi kegagalan termal. Artinya, menurut perspektif keselamatan EV, satu atau beberapa kasus kebakaran perlu dilihat berdasarkan penyebab dan mekanisme kejadiannya, bukan hanya dari fakta bahwa kendaraan tersebut menggunakan baterai listrik.

Perlindungan Konsumen Juga Jadi Sorotan

Selain persoalan teknis, kasus BYD Seal di Tol Cikampek memperlihatkan sisi lain yang tak kalah penting: bagaimana produsen menangani konsumen ketika terjadi masalah serius. Dalam kasus ini, BYD menyebut dealer merespons laporan kurang dari satu jam setelah konsumen menghubungi call center resmi. Konsumen kemudian mendapatkan kendaraan pinjaman sementara sebelum menerima unit pengganti pada 8 Agustus 2026.

Pemerintah turut mengawasi penanganan tersebut. Pada 13 Agustus 2026, Ditjen PKTN Kemendag memanggil PT BYD Motor Indonesia untuk meminta klarifikasi mengenai perlindungan konsumen dan perkembangan investigasi teknis.

BYD menyatakan konsumen kini telah kembali menggunakan produk mereka, sementara kerugian material disebut telah ditanggung sepenuhnya oleh pihak asuransi.

Yang Dibutuhkan Bukan Kepanikan, Melainkan Jawaban

Kebakaran kendaraan listrik memang tidak boleh dianggap sepele. Namun, menjadikan setiap insiden sebagai bukti bahwa seluruh teknologi EV berbahaya juga bukan pendekatan yang tepat. Kasus BYD Seal di Tol Cikampek justru memperlihatkan pentingnya investigasi yang transparan.

Publik membutuhkan jawaban mengenai sumber anomali, rangkaian kejadian hingga munculnya api, serta apakah terdapat komponen atau sistem tertentu yang perlu mendapatkan perhatian.

Sebab pada akhirnya, kepercayaan konsumen terhadap mobil listrik tidak hanya dibangun dari klaim teknologi yang aman, tetapi juga dari keterbukaan ketika sebuah masalah benar-benar terjadi.

Selama penyebab kebakaran BYD Seal di Tol Cikampek belum diumumkan secara resmi, kesimpulan mengenai apakah insiden tersebut berkaitan dengan baterai atau faktor lainnya masih terlalu dini untuk dibuat. (Bimo Seno)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *